Monday, 11 March 2013

OPERASI KEMANUSIAAN: Turis Jepang yang hilang di G. Sibayak akhirnya selamat

Yamada Kosei diapit Personil SAR dan Anggota Keslap Sat Brimob saat dievakuasi dari lokasi

Dansat Brimob Polda Sumut turut dalam Evakuasi
Turis asal Jepang Yamada Kosei (40) yang sempat hilang di Gunung  Sibayak, Kabupaten Tanah Karo Sumatera Utara, akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi  Tim SAR. Dia mengaku tersesat karena mencari lokasi air panas.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Medan, Joni Superiadi menyatakan, proses evakuasi Yamada dinyatakan berakhir pada Minggu (10/3/2013) pukul 18.00 WIB. Bersamaan dengan itu, Tim SAR Gabungan yang berasal dari personel Kantor SAR Medan, Polres Tanah Karo, Sat Brimob Polda Sumut serta unsur Potensi SAR yang terdiri dari Kogana, Ranger Sibolangit, Pencinta Alam Kompas USU, MPG Polmed, Orari, TDP RS HAM, Pers Media cetak/Elektronik serta Masyarakat. Dan dalam Operasi SAR ini, langsung dipimpin oleh Kepala Kantor SAR Medan, dibantu Kapolres Tanah Karo, serta Dansat Brimob Polda sumut. 

Kasiops kantor SAR Medan dan pihak Keluarga Yamada
Yamada yang dinyatakan hilang sejak mendaki Gunung Sibayak pada Kamis  (7/3/2013), ditemukan Tim SAR pada hari Sabtu (9/3/2013) sore, namun Tim tidak bisa langsung melakukan evakuasi karena kondisi medan yang curam dan cuaca yang tidak mendukung, Hujan, kabut dan kondisi yang mulai gelap. Proses evakuasi baru bisa dilakukan pada hari Minggu pagi tanggal 10 Maret 2013.


Yamada saat tiba di Posko SAR
Yamada bisa keluar dari lokasi dengan berjalan kaki, namun seorang personel Brimob terpaksa ditandu. Personel Brimob itu adalah Iptu Bambang Sulistio, SH  (Wadanki 4 Detasemen A Pelopor) yang juga sebagai Dantim SAR pertama yang menemukan lokasi jatuhnya Turis asal jepang tersebut,  Iptu Bambang terluka karena terjatuh dalam upaya mencapai titik posisi Yamada yang terhalang jurang dan bukit. 



Personel Brimob tersebut mengalami patah tulang lengan kiri, dan cidera pada kepala serta kedua kakinya. Pada saat itu belum dipastikan kondisinya, hingga Tim Medis dari Dinas Kesehatan RS. Adam Malik Medan melakukan pemeriksaan dan perawatan di lokasi kejadian setelah dievakuasi dari dasar jurang, dan akhirnya Iptu Bambang Sulistio harus ditandu saat keluar dari lokasi evakuasi dengan kondisi terakhir dalam  keadaan sadar, patah tulang lengan bahu dan siku kiri dengan luka tertutup, memar di kepala belakang, rahang dan telinga kiri.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes  Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso menyatakan, Iptu Bambang semula memimpin Tim SAR Brimob yang diterjunkan untuk membantu mencari Yamada Kosei, WN Jepang yang tersesat di Gunung Sibayak, Tim itu berjumlah 20 orang.

Para personel Brimob ini lantas bergabung dengan puluhan anggota pencari lainnya yang berasal dari berbagai satuan dan kelompok organisasi, lalu dipecah menjadi beberapa tim. Dalam upaya pencarian  tersebut  Ada beberapa tim yang menyebar dalam melakukan pencarian, tetapi Tim SAR yang diketuai oleh Iptu Bambang ini yang berhasil melakukan kontak langsung dan bersahut-sahutan dengan Yamada.
Tim SAR pimpinan Iptu Bambang saat menerima APP dari Kasiops Kantor SAR Medan sebelum pencarian

“Mendengar ada sahutan suara, dia antusias, dan mencoba mendekati asal suara tersebut hingga terpeleset dan terjatuh. Suasana di lokasi  pada saat itu berkabut, pandangan tidak begitu jelas dan berlumut,” kata Dansat Brimob.

Iptu Bambang terjatuh pada hari Sabtu (9/3/2013) siang. Sekitar pukul 11.00 WIB. Lokasi terjatuhnya itu cukup dekat dengan lokasi penemuan Yamada, karena dari lokasi ini panggilan Tim SAR direspons oleh Yamada.
Akibatnya, Iptu Bambang tak bisa berjalan, Dia terpaksa ditandu personel yang lain, dan sama-sama dengan Yamada saat tiba di posko SAR di sekitar kaki Gunung Sibayak pada Minggu sore, Seterusnya dinaikkan ke dalam ambulance RS. Adam Malik yang sudah Standby Posko SAR.

Bahwa Sat Brimob Polda Sumut menurunkan hampir 40 orang personelnya, termasuk Tim Medis dan unsur pendukung lain sejak hari Jumat (8/3/2013), untuk membantu operasi SAR terhadap Yamada. Dan akhirnya Yamada berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Kondisi Iptu Bambang saat di evakuasi

Proses evakuasi yang sangat dramatis tersebut baru bisa dilakukan mulai Minggu pagi dan dinyatakan berakhir pada pukul 18.00 WIB. Yamada kemudian diserahkan kepada pihak Konsulat Jenderal Jepang di Medan yang datang ke lokasi SAR.
Maka setelah itu Dansat Brimob Polda Sumut melaporkan kejadian ini kepada Kapolda Sumut via Ponselnya, bahwa  Pada pkl. 09.30 wib, Tim Sabhara Polres Karo tiba di Posko SAR, dan selanjutnya diberangkatkan menuju lokasi kawah G. Sibayak untuk bergabung sebagai pasukan pendukung Tim Evakuasi ranting estavet.
Dan pada pukul 11.00 wib Tim Medis dan Tim Evakuasi sdh tiba di TKP dan melakukan tindakan medis serta melakukan persiapan evakuasi korban. Kemudian pada siang harinya Tim evakuasi baru mulai bergerak membawa Korban dengan  tandu menuju Posko SAR.

Setibanya Tim Evakuasi di Posko SAR pada pukul 17.50 Wib dan dilanjutkan evakuasi WN jepang tersebut (dengan kondisi lemas dan luka lecet / gores pada tangan serta kakinya), dan selanjutnya dinaikan kedalam Ambulance menuju RS. Di Kota Brastagi.

Selanjutnya, Iptu Bambang di evakuasi menuju RS. Colombia Medan didampingi dr. Suyat dari  Kantor SAR Medan dan AKP dr. Elly dari Sat Brimob Polda sumut dengan menggunakan ambulance. Bahwa informasi evakuasi yang tadinya akan menggunakan Helicopter SAR, tidak jadi dilakukan dikarenakan lokasi yang terjal dan berada diketinggian, sementara untuk dapat landing di sekitar Sibolangit dan Kota Brastagi tidak memungkinkan disebabkan hari sudah menjelang malam dan kabut sudah mulai turun.
Dansat Brimob Polda Sumut menyaksikan proses evakuasi saat Iptu Bambang akan dinaikan kedalam Ambulan
Setelah Evakuasi berakhir, melalui Konsultan Tanggap Darurat yang juga sebagai Instruktur Senior Sat Brimob polda Sumut Aipda Muliadi menyampaikan pernyataan Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol. Drs. Setyo Boedi MH, M.Hum kepada Kepala Kantor SAR Medan, “Bahwa Operasi SAR ini dapat dijadikan standart dalam Operasi SAR berikutnya, Dan untuk kegiatan berikutnya perlu adanya rapat-rapat dari unsur-unsur SAR lainnya guna mengevaluasi dan melakukan studi kasus SAR yang Ada di Sumatera Utara.” 
Kakansar Medan bersama Iptu Bambang saat berkoordinasi pada malam sebelum melakukan pencarian

Dalam Operasi SAR di Gunung Sibayak ini, Dukungan Logistik (Konsumsi) ditanggung oleh Kantor SAR Medan. Kakansar Medan menyampaikan ucapan selamat Dan sukses bagi seluruh Tim SAR yg terlibat dalam Operasi SAR pencarian dan penyelamatan Turis asal Jepang ini.

Kepala kantor SAR Medan bersama Tim Rescuernya
Kepala Kantor SAR Medan Drs. Dianta Bangun, M.Kes menambahkan, “Operasi SAR di Pegunungan Sibayak ini, merupakan Operasi SAR terbaik yang ada di G. Sibayak, bahwa  dalam pelaksanaan Operasi  kemanusiaan ini telah menemukan korban dengan cepat dan selamat, ini berkat Koordinasi yang baik dari seluruh unsur-unsur SAR dilapangan, Instansi Pemerintah, Institusi Kepolisian serta partisipasi masyarakat yang telah mampu melaksanakan tugasnya dengan sepenuh hati dan rasa ikhlas.” Ujarnya.
Kaden A Akbp Adarma Sinaga, M.Hum saat melakukan Konsolidasi Pasukan pasca Operasi SAR selesai
(tekkom)

No comments:

Post a Comment

Sesuai Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2008 tentang PEDOMAN DASAR STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PEMOLISIAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN TUGAS POLRI.

Undang - undang No. 14 Tahun 2008 tentang KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK.

Menjalin Kemitraan (partnership and networking) adalah segala upaya membangun sinergi dengan potensi masyarakat yang meliputi komunikasi berbasis kepedulian, konsultasi, pemberian informasi dan berbagai kegiatan lainnya demi tercapainya tujuan masyarakat yang aman, tertib dan tenteram.

Silahkan sampaikan informasi, masukan, usul dan saran untuk menuju citra Polri yang dicintai masyarakat.

Salam Kamtibmas!