Sunday, 13 April 2014

PAM TPS dalam rangka Pemilu 2014 BKO Polres Nias

Persiapan operasi Pengamanan Pemilu (Pam Pemilu) 2014 memasuki tahap akhir. Polri yang diberikan kepercayaan menjaga keamanan Pemilu sudah membuat peta kemungkinan kerawanan terganggunya Pemilu 2014 dari kejahatan.


Peta kerawanan itu meliputi kemungkinan terganggunya distribusi logistik pemilu, masa kampanye, masa tenang, masa pencoblosan dan masa penghitungan suara. Dari pemetaan ini, Polri mengatakan telah melakukan latihan rutin dalam simulasi penanganan terganggunya keamanan.

“Dari tahapan-tahapan ini sudah kami petakan kerawanannya,” kata Kapolri Jenderal Sutarman.

Jenderal bintang empat ini berujar, untuk mengamankan tahapan tersebut Polri dikatakannya telah memetakan seluruh titik yang masuk dalam kategori rawan. Selain itu, seluruh personel operasi bersandi Mantap Brata ini pun telah dipersiapkan untuk terus melakukan latihan.

“Kami asah terus secara berkelanjutan jelang hari operasi agar pengamanan dalam mengantisipasi kericuhan dapat semakin baik,” kata Kapolri. Kepolisian Daerah Sumatera Utara, dalam dua hari berturut-turut, yakni Minggu (6/4) dan Senin (7/4) melakukan pergeseran pasukan (Serpas) untuk mengamankan Jalannya Pemilu 2014 yang akan diadakan pada 9 April Mendatang. Sedikitnya, 1.895 personil yang bertugas di jajaran Poldasu berangkat kedaerah tujuan tugas masing-masing, yang dilepas Kapolda Sumut  dalam acara apel, Senin (7/4) pagi di Poldasu.

Dalam amanatnya, Kapolda Sumut, Irjen.pol. Syarief Gunawan SH menyampaikan harapan agar masing-masing anggota dapat memahami bahwa tugas pengabdian kepada masyarakat dan bangsa ini adalah sebagai ibadah. Bukan hanya kewajiban sebagai anggota Polri dan institusi semata.

Selain itu, Kapolda juga memberikan pesan bagi setiap personil yang bertugas ke daerah dalam melaksanakan pengamanan pemilu tahun 2014 ini yakni, setiap personil harus mengawali setiap pekerjaan dengan niat ikhlas dan doa, dapat menjauhkan diri dari perbuatan menyimpang dari aturan dan prosedur.


"Jaga netralitas dalam pelaksanaan pemilu 2014 dan tingkatkan kewaspadaan dalam setiap pelaksanaan tugas", ujar Kapolda.

Selain itu, Jendral berbintang dua ini dalam amanatnya juga mengatakan, agar setiap personil meningkatkan kewaspadaan dan langkah antisipasi, baik di bidang operasional maupun pembina, agar personil dapat menjadi mata telinga pimpinan.

"Laporkan secara berjenjang semua petensi gangguan keamanan Kantibmas, baik yag ditemukan di lingkungan sekitar maupun lingkungan kerja", ujarnya.

Hal itu, dikarenakan, saat ini konsentrasi Polri terfokus ke satu titik yakni pengaman pemilu, "Biasanya, pelaku kriminal sering memanfaatkan situasi ini untuk beraksi", ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sumut juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada anggota yang melaksanakan tugas dengan baik sesuai rencana dan hingga saat ini telah memasuki hari ke 23 operasi Mantap Brata Toba 2014.

Menurutnya, situasi Kantibmas wilayah hukum Poldasu, hingga kini masih aman dan kondusif. Dengan jumlah total keseluruhan 1.895 orang.

Sementara itu data jumlah personil Polda Sumut yang ikut serta dalam pergeseran pasukan adalah, Polres Sergai 61 orang, Polres P. Siantar 28 orang, Polres Samosir 20 orang, Polres Asahan 342 orang, Polres Batubara 80 orang, Polres Labuhanbatu 30 orang, Polres Dairi 63 orang, Polres Tapteng 30 orang, Polres Tapsel 402 orang, Polres Madina 30 orang, Polres Nias 475 orang dan Polres Nias Selatan 304 orang.

Terpisah, Pelaksana Kepala Biro Operasional Polda Sumut, Kombes. Pol. Heri Subiansauri SH. Msi. mengatakan bahwa untuk pengamanan pemilu ini setiap personil mempunyai tugas untuk pengamanan TPS dan lakukan pengawalan kotak suara.

"Kotak suara sudah berada di seluruh Kabupaten kota yang ada di Sumut saat ini", ujarnya.

Menurut Karo Ops polda Sumut, kejadian gangguan pelaksanaan pemilu yang terjadi beberapa waktu lalu di Sumut, akan menjadi acuan Polda Sumut, untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang timbul. "Sekecil apapun pelanggaran akan diproses", sebutnya.

Dikatakanya, hingga kini personil yang dilepas telah berada di seluruh Kab/kota sampai yang berada di pelosok sekalipun, seperti Nias dan Nias Selatan.

Kapolres Nias J.Permadi .wibowo, Pada kata sambutanya mengatakan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban baik selama disini dalam perjalanan maupun di TPS nanti. kalau ada yang macam-macam yang ingin menggagalkan apalagi mengacaukan kita harus menasehati telebih dahulu, dan di tegur. tetapi saya minta anda juga tidak segan, dan tidak arogan. anda tetap harus bergerak  santun karna semua ini juga saudara-saudara kita, rekan-rekan di BKO polres sudah terlebh dahulu bergerak. pengamanan menjadi tanggung jawab kita baik kotak suara, maupun surat suara. jadi, rekan-rekan setelah pencoblosan di TPS, rekan-rekan juga harus mengawal sampai ke PPS dan PPK karna ini harus menjadi tanggung jawab kita yang telah di amanahkan oleh pimpinan dan undang-undang. biaya di kota Rp 200.000 sedangkan di Nias Rp. 300.000.

Kapolres Nias J.  Wibowo menyampaikan juga tentang pengamanan pemilu di 3 kabupaten dan 1 kota gunungsitoli, bahwa Personil Polda Sumatra Utara sebanyak 475 untuk pengamanan TPS. kemudian 60 pasukan melaksanakan Stanby di Mako Polres. untuk ini mereka akan kita sebar ke 35 kecamatan. jumlah TPS yang di amankan pleh PAM sekitar 1100 yang berada di wilayah Polres Nias yang terjadi di 3 kabupaten dan 1 kota madya.

(Tekkom)

No comments:

Post a Comment

Sesuai Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2008 tentang PEDOMAN DASAR STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PEMOLISIAN MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN TUGAS POLRI.

Undang - undang No. 14 Tahun 2008 tentang KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK.

Menjalin Kemitraan (partnership and networking) adalah segala upaya membangun sinergi dengan potensi masyarakat yang meliputi komunikasi berbasis kepedulian, konsultasi, pemberian informasi dan berbagai kegiatan lainnya demi tercapainya tujuan masyarakat yang aman, tertib dan tenteram.

Silahkan sampaikan informasi, masukan, usul dan saran untuk menuju citra Polri yang dicintai masyarakat.

Salam Kamtibmas!